Gedung Merdeka in Bandung, The Struggle Nation Symbol


Hari ini, tepatnya 17 Agustus 2010, Indonesia memperingati hari ulangtahunnya yang ke 65. Dimana, 65 tahun yang lalu, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Terbebas dari belenggu penjajahan.

Terkait dengan momen bersejarah tersebut, Bandung memiliki (salah satu) peninggalan bersejarah, yaitu Gedung Merdeka. Terletak di Jalan Asia Afrika nomor 65, Gedung Merdeka didirikan tahun 1895. Dan berturut-turut dari tahun 1920 dan 1928 dilakukan renovasi / pembaharuan hingga kebentuk yang sekarang ini.

Gedung Merdeka awalnya bernama SOCITEIT CONCORDIA, yang merupakan hasil rancang bangun dua orang arsitek berkebangsaan Belanda bernama Van Gallen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hogeschool (Sekolah Teknik Tinggi), yaitu ITB sekarang; yang pada awalnya dipergunakan sebagai tempat rekreasi oleh sekelompok masyarakat Belanda yang berdomisili di kota Bandung dan sekitarnya.

Pada masa pendudukan tentara Jepang, Gedung Concordia diberi nama DAI TOA KAMAN dan fungsinya sebagai pusat kebudayaan. Sesungguhnya hanya sebagai tempat kegiatan yang bertalian dengan kesenian dan hiburan.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik. Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Gedung Concordia dijadikan markas para pemuda Indonesia di Kota Bandung guna menghadapi tentara Jepang yang pada waktu itu tidak bersedia untuk menyerahkan kekuasaannya.

Sehubungan dengan keputusan pemerintah Republik Indonesia (1954) yang menetapkan Kota Bandung sebagai tempat Konferensi Asia Afrika (18-24 April 1955), maka Gedung Concordia terpilih sebagai tempat konferensi tersebut.

Pada bulan Maret 1980, Gedung Merdeka ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan Peringatan ke-25 Konferensi Asia Afrika, yang dilaksanakan tanggal 24 April 1980. Pada puncak acara peringatan, diresmikan berdirinya Museum Konperensi Asia Afrika oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto. Seluruh Gedung Merdeka ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai lokasi Museum Konperensi Asia Afrika, sebagaimana yang tertera dalam Prasasti Peresmian Museum Konperensi Asia Afrika dan Surat Keputusan Bersama Menteri Luar Negeri serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1980 dan 1986.
Lihat Peta Lebih Besar

………………………………………………………………………………………………………..

Today, precisely August 17, 2010, Indonesia to commemorate the 65th birthday. Where, 65 years ago, Indonesia declared its independence. Freed from the shackles of colonialism.

Related to these historic moments, Bandung has (one of) the historic relics, namely Gedung Merdeka (Freedom House, eng). Located on Jalan Asia Afrika 65, Freedom House was founded in 1895. And a row from 1920 and 1928 carried out the renovation / renewal until it appearances today.

Freedom House was originally named SOCITEIT CONCORDIA, who is designing two Dutch architect named Van Gallen Last and CP Wolff Schoemaker. Both are professors at the Technische Hogeschool (Technical High School), the ITB now, that was originally used as a place of recreation by a group of Dutch people who live in the city of Bandung and its surroundings.

During the Japanese occupation, Concordia Building was named “DAI TOA Kaman” and functions as a cultural center. Indeed just as the activities relating to arts and entertainment.

After the proclamation of independence of the Republic. Indonesia on August 17, 1945, Concordia Building used as the headquarters of the Indonesian youth in the city of Bandung in order to face the Japanese army at that time was not willing to hand over power.

In connection with the decision of the Government of Indonesia (1954) defined as the Bandung Asian-African Conference (18 to 24 April 1955), the Concordia Building was chosen as the place of the conference.

In March 1980, Freedom House defined as the venue for the 25th Anniversary of the Asian-African Conference, held on 24 April 1980. At the height of commemorations, the Museum inaugurated the establishment of the Asian-African Conference by the President of the Republic of Indonesia Soeharto. The  entire set of Fredom House by the Government of the Republic of Indonesia as the location of Asia Africa Conference Museum, as it appears in the inscription of the Museum Opening of the Asian-African Conference and the Joint Decree of the Minister of Foreign Affairs and Minister of Education and Culture in 1980 and 1986.

About bandoenglover


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: